Pengertian dan Prinsip Kerja Hoist Crane



Masyarakat awam yang belum seberapa mengerti mengenai seluk-beluk lift, pasti akan merasa penasaran dengan hoist crane. Awalnya mungkin banyak yang mengira bahwa hoist crane merupakan mrek produk tertentu, padahal tidaklah demikian.
Supaya tidak terjadi kesalahan penafsiran, maka di sini akan dijelaskan mengenai pengertian dari hoist crane beserta penjelasan mengenai prinsip kerjanya.



Apa itu hoist?

Dalam bahasa inggris, hoist memiliki istilah sebagai katrol, sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa pengertian dari hoist cran merupakan alat bantu yang difungsikan untuk mengangkat dan memindahkan suatu barang yang berat. Hoist crane bisa digunakan di dalam ruangan maupun di luar ruangan, untuk mengangkut benda dalam posisi vertikal atau tegak lurus.

Namun, hoist crane sangat berbeda dengan crane / krane yang biasa Anda lihat. Sebab, krane yang sering Anda lihat tersebut memiliki ukuran yang sangat besar, walaupun sama-sama difungsikan sebagai alat transportasi pemindahan barang, tetapi krane tersebut sangatlah tidak mungkin digunakan pada ruangan yang tertutup.
Antara hoist dan crane prinsip kerjanya tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, namanya menjadi membentuk sebuah kesatuan yang berarti. Pasalnya, pengertian dari crane sendiri digunakan sebagai sistem yang telah dirancang khusus untuk menunjang proses operasional hingga mobilitas kerja hoist.

Sementara hoist terbagi menjadi 2 sistem kerja, yakni secara elektrik hoist dan juga manual hoist. Sistem kerja elektrik hoist dioperasikan dengan memanfaatkan sumber energi listrik. Sementara, sistem kerja manual hoist bisa dioperasikan tanpa menggunakan sumber energi listrik, karena prinsip kerja yang digunakan menggunakan proses kerja mekanik, yakni dengan menggunakan katrol.

Dan, secara umum proses kerja mekanik dibagi menjadi dua bagian, yaitu dengan menggunakan rantai / chain hoist serta menggunakan tali seling / wirerope hoist. Kedua pilihan hoist tersebut bisa dikatakan minim perawatan, karena proses perawatannya bisa dilakukan dalam, 1 – 2 kali dalam setahun. Proses perawatan yang harus dilakukan diantaranya, ialah melakukan pengecekan, perawatan hingga servis pada beberapa bagian penting, diantaranya seperti kemampuan untuk mengangkat beban dan memeriksa kondisi rantai dan selingnya. Dua bagian tersebut harus rajin diperiksa, untuk mengetahui ada yang perlu diganti ataupun cukup bisa dilakukan dengan service perbaikan saja.

Prinsip atau mekanisme kerja dari hoist crane ialah mengangkat beban dengan memanfaatkan tali ataupun kawat baja yang terdapat di sekitar drum. Drum hanya bisa digerakkan oleh adanya daya listrik guna untuk menjalankan sistem operasinya, namun juga sangat memungkinkan untuk dijalankan secara manual, yakni dengan tenaga mekanis / manual dengan menggunakan rantai. Di samping itu, terdapat pula bagian pendukung hoist, yaitu media lifting dan hook / kail, dimana fungsinya digunakan untuk mengkaitkan beban yang akan diangkut.

Komponen Utama Hoist Crane

  • Motor Listrik : Digunakan sebagai sistem penggerak dari hoist crane dengan memanfaatkan sistem kerja hoist electric.
  • Chain atau rantai pada hoist manual : Digunakan sebagai penarik atau pemutar katrol pada hoist.
  • Rem motor utama : Bagian dari sistem motor, fungsinya untuk menghentikan laju motor penggerak ketika sistem pengangkatan barang sedang berjalan.
  • Drum : Dijadikan sebagai tempat lilitan tali ataupun kawat baja.
  • Rem drum : Salah satu bagian sistem kerja dari drum, yang digunakan untuk  menahan laju pergerakan drum.
  • Pengarah tali : Digunakan untuk mengarahkan gerak tali / kawat baja.
  • Eletric hoist : Digunakan sebagai pengatut gerakan hoist dengan menggunakan sumber daya listrik.
  • Tali atau kawat baja : Digunakan sebagai pengangkat muatan /  beban dengan kapasitas tertentu

Sekarang Anda sudah mengerti kan? Pengertian dari hoist crane beserta prinsip dan sistem kerjanya.



Comments